Thursday, September 10, 2009

"PENYESALAN"


Penyesalan
Oleh : dahva Arisma w

Ada seorang Laki-laki yang kira- kira berusia tiga puluh tahun itu sedang duduk di ruang kerjanya, pandangan matanya kosong, mungkin dia sedang melamunkan sesuatu. Salah seorang teman kerjanya menepuk bahunya dari belakang dan menyapanya.
“Kenapa Dika kamu ini? Dari tadi diam saja, apa sedang ada yang dipikirkan?”
“Ya Wan, sebenarnya bias dibilang masalah bias juga tidak.”
“Lho kok bisa begitu.”
“Kamu tahu kan Wan, bagaimana sikap Nadya?”
“Istrimu itu, ya aku tahu kata kamu orangnya mudah marah, egois, , seenaknya sendiri dan tidak pengertian. Bukannya dulu kamu bangga-banggakan dia karena kecantikannya.”
“Makanya Wan aku menyesal karena hanya melihatnya dari kecantikannya.”
“Pasti ada yang memunculkan rasa penyesalan itu.”
“Tepat sekali, kemarin aku bertemu dengan Vina saat ia pulang kerja. Kamu tahu Vina?”
“Tentu saja, mantan kekasih kamu. Seingatku kamu putuskan dia karena terpesona dengan kecantikan Nadia.”
“Itu Wan yang membuat aku semakin menyesal. Dia kemarin menyapaku sangat ramah meski aku dulu pernah menyakiti hatinya.”
“Aku dulu sudah menasihatimu agar memilih Vina, orangnya baik, ramah, anak orang kaya tetapi tidak sombong, lembut, agamanya juga baik meskipun tidak secantik Nadya. Coba Vina suka sama aku, tidak akan kusia-siakan dia. ”
“Aku malu Wan kemarin saat bertemu dia.”
“karena dia lebih kaya dari kamu, itu memang sudah dari dulu.”
“Bukan, dulu aku menyakitinya karena Nadya kuanggap sempurna tetapi dia benar- benar bisa mendapatkan laki- laki yang lebih sempurna dari aku.”
“ Maksud kamu suaminya Vina lebih tampan dari kamu?”
“Bukan cuma itu, lebih tampan, lebih mapan, dan lebih menghargai wanita tidak seperti aku.”
“Ya sudahlah, yang lalu biarlah berlalu jangan kau ungkit- ungkit lagi. Lebih baik sekarang kau atur Nadya agar dapat seperti Vina”
“Tidak mungkin bisa, Vina wanita karier sedangkan Nadya ibu rumah tangga yang suka ngrumpi dengan tetangga, Vina tutur katanya lembut dan sopan sedangkan Nadya sebaliknya. Semua sifatnya berkebalikan.”
“Mau bagaimana lagi kamu dulu sudah memutuskan untuk memilih Nadya, kamu harus jalani dan tanggung resikonya. Siapa yang berbuat salah pasti dia yang menyesal.”
Apa pelajaran yang dapat kita ambil dari cerita ini?

0 comments:

Post a Comment

Share

Twitter Delicious Facebook Digg Stumbleupon Favorites More